Sabtu, Desember 3, 2022
BerandaHeboh & ViralGawat, Ada Kelompok Buaya Serang Warga

Gawat, Ada Kelompok Buaya Serang Warga

Kabartigaraksa – Adanya temuan serangan dari buaya yang dialami warga Desa Tanah Rekah, Kabupaten Mukomuko. Peristiwa itu langsung direspon cepat pemerintah setempat dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) untuk ditindak lanjuti.

BKSDA Bengkulu, telah menurunkan tim untuk melakukan observasi di lokasi terjadinya serangan buaya terhadap warga Desa Tanah Rekah, Kabupaten Mukomuko.

“Tim dari BKSDA akan turun untuk melakukan observasi dan mengidentifikasi di lokasi terjadinya serangan buaya terhadap warga,” kata Plt Sekda Kabupaten Mukomuko Yandaryat, dalam keterangannya di Mukomuko, Kamis, 3 Maret 2022.

Pemerintah setempat telah berkoordinasi dengan BKSDA untuk menindaklanjuti permohonan masyarakat lima desa di bantaran Sungai Selagan terhadap gangguan hewan buas buaya yang memangsa Sabri (65), warga Desa Tanah Rekah. Tujuannya, untuk mencari solusi agar bisa mengatasi buaya pemangsa warga setempat yang masih berkeliaran di Sungai Selagan daerah ini.

BKSDA sudah menurunkan tim, selain melakukan observasi dan identifikasi sekaligus melakukan pemantauan, dan dari survei langkah dilakukan dalam rangka meyakinkan masyarakat agar mereka bisa melakukan aktivitas seperti biasa.

Berdasarkan keterangan dari warga setempat ada sekitar 14 ekor buaya besar, dan belum termasuk anak buaya sebesar betis dan lengan orang dewasa. Menurutnya, sepertinya sungai di wilayah ini menjadi habitat buaya, dan kemungkinan selama ini mereka punya zona kekuasaan dan kebetulan masyarakat melakukan aktivitas di wilayah kekuasaannya sehingga buaya terganggu dan menjadi aktif.

Selain itu, katanya, menurut pihak BKSDA buaya yang berada di muara dan air asin lebih ganas dari buaya di air tawar. Untuk sementara, ia menyarankan, agar masyarakat menahan diri dulu.
“Kalau mereka melakukan aktivitas mengangkat sawit dengan cara yang aman, yakni isi perahu jangan terlalu banyak supaya jangan dimangsa buaya saat mereka berdekatan dengan buaya,” ujarnya.

Selain itu, kalau aktivitas menyelam jangan dilakukan, termasuk memancing dan mandi di sungai, hingga tim dari BKSDA turun. *

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments